Razia Lampu Strobo & Sirine

Razia Lampu Strobo & Sirine

Razia Lampu Strobo & Sirine

Razia Lampu Strobo & Sirine

Lampu Strobo & Sirine

Peraturan Undang-undang lalu lintas no 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan umum terutama pasal 59 menjelaskan tentang lampu isyarat sebagaimana di maksud terdiri dari merah, biru dan kuning.

Lampu Merah dan biru berfungsi sebagai tanda kendaraan bermotor yang memiliki hak utama. Sedangkan lampu kuning sebagai tanda peringatan kepada pengguna jalan lainnya.

Pada ayat 5 di atur siapa saja yang berhak menggunakan sirine dan lampu isyarat tersebut sesuai dengan warna lampunnya.

Untuk warna biru beserta sirine di gunakan oleh petugas kepolisian dan warna merah beserta sirine di gunakan petugas pemadam kebakaran, ambulance, palang merah, rescue dan mobil jenazah.

Lampu kuning tanpa sirine di gunakan oleh patroli jalan tol, pengawas sarana fasilitas umum, derek angkutan dan angkutan barang khusus.

SIpil di larang pakai Lampu Strobo & Sirine

Warga sipil sangat di haramkan menggunakan lampu strobo dan sirine karena melanggar undang-undang lalu lintas. Banyaknya para pengendara bermotor yang menggunakan lampu strobo & sirine di jalanan akan segera di tertipkan.

Razia Lampu Strobo & Sirine

Razia gabungan kepolisian dan polisi militer akan di gelar mulai dari rabu 11 oktober 2017 hingga 11 november 2017. Di harapkan kepada seluruh lapisan masyarakat agar segera mencopot lampu strobo dan sirine tersebut.

Related posts

Leave a Comment